
Selamat Jalan Bapak Wisjnu Yoga Brotodihardjo
Desember 19, 2007Tadi malam (18/Des/07) dapat SMS dari Susi, teman kuliah dulu, mengabarkan kalau dosen pembimbing skripsi S-1 saya, Pak Wisjnu Yoga Brotodihardjo, telah meninggal dunia. Beliau meninggal saat dalam perjalanan dari rumahnya menuju rumah sakit. Penyakit kanker tenggorokan yang diderita beliau telah menggerogoti tubuh pak Wisjnu dengan sangat parah, sehingga tubuh beliau menyerah dan akhirnya melepas nyawa.
Saya merasa sangat kehilangan dengan kepergian pak Wisjnu. Dari semua dosen dan guru yang pernah mengajari diri saya, pak Wisjnu merupakan dosen dan guru yang paling berkesan. Orangnya selalu riang, blak-blakan, dan apa adanya. Pembawaannya yang ceplas-ceplos dan doyan guyon selalu membuat suasana bimbingan skripsi menjadi tidak ‘boring‘. Biasanya saya paling malas kalau bertemu dengan dosen untuk asistensi/bimbingan makalah. Namun kalau bimbingan dengan pak Wisjnu, walau tidak ada yang mau ditanya, saya mengusahakan untuk datang.
Selama kuliah saya di Teknik Sipil Unpar, pak Wisjnu adalah satu-satunya dosen yang tidak memberikan kuliah kepada saya. Saya kenal pak Wisjnu saat mencari dosen pembimbing skripsi, dan teman saya Memed mengenalkan saya agar bisa ikutan bimbingan skripsi dengan materik Geoteknik dengannya.
Bimbingan skripsi dengan pak Wisjnu harus siap lahir batin. Siap lahir artinya badan harus punya stamina prima, karena biasanya materi bimbingannya adalah kerjaan proyek Geoteknik di lapangan. Selain itu, setiap bimbingan waktunya adalah dari matahari terbenam sampai matahari terbit. Maklum, setiap bimbingan mahasiswa yang datang jumlahnya cukup banyak dan antri satu-persatu untuk dibimbing. Dan pak Wisjnu ini orangnya punya ‘insomnia’ alias gak bisa tidur malem. Dan kayaknya mahasiswa disuruh datang malam-malam agar nemenin dia ngobrol melewati malam-malam dingin di Bandung. Siap batin artinya kadang-kadang harus nelen dongkol karena tiba-tiba ketikan skripsi dicorat-coret karena tema atau topik skripsinya diubah sama pak Wisjnu tanpa koordinasi dulu, lantaran si Bapak’e tiba-tiba ada ide yang menurut dia layak untuk dijadiin bahan skripsi, padahal ketikannya sudah di-approve minggu lalu.
Suka-duka dibimbing sama pak Wisjnu merupakan cerita panjang yang gak habis-habisnya diobrolkan lagi kalau saya ketemu dengan teman-teman alumni bimbingan pak Wisjnu.
Selamat jalan Pak Wisjnu, semoga Alloh SWT menerima arwah dan amal ibadah beliau. We’ll be missing you so much.