Arsip untuk Desember, 2007

h1

2008: Gloomy or Shiny?

Desember 27, 2007

Hari ini masuk kerja “full day” lagi, setelah kemarin kerja “1/2 hari”. Rencananya mau bikin activity plan tahun 2008, termasuk bikin sales target dan pengembangan bisnis dari bisnis inti yang ada sekarang.

Maunya sih bikin target yang lumayan untuk tahun depan (biar bonus juga naik :P), tapi kalau lihat berita-berita ekonomi dan lainnya di koran dan TV, kok tahun depan kayaknya makin berat yah. Harga minyak yang terus nangkring di level atas US$ 80 dan gak turun-turun, bencana makin banyak, harga-harga makin naik, dsb, dsb.

Walau bisnis inti perusahaan tempat kerja saya adalah di dunia IT dan telekomunikasi, mau gak mau kondisi makroekonomi yang buruk pasti akan berpengaruh ke target bisnis.  Gimana pelanggan mau pada investasi di IT dan telekomunikasi kalau buat operasional sehari-hari sudah ngos-ngosan. Kelihatannya 2008 kok agak gloomy yah? Atau saya saja yang terlalu pesimis dan belum bisa melihat peluang di balik semua itu?

Tapi yang pasti kondisi yang berat ya harus dijawab dengan kerja yang lebih smart dan lebih keras lagi. Optimisme perlu dijaga, tapi jangan over biar tetap ada batasan yang jelas dan rencana kerja gak terlalu mengawang-awang.

So what do you think about 2008? Is it going to be a gloomy year or shiny one?

h1

Selamat Jalan Bapak Wisjnu Yoga Brotodihardjo

Desember 19, 2007

Tadi malam (18/Des/07) dapat SMS dari Susi, teman kuliah dulu, mengabarkan kalau dosen pembimbing skripsi S-1 saya, Pak Wisjnu Yoga Brotodihardjo, telah meninggal dunia. Beliau meninggal saat dalam perjalanan dari rumahnya menuju rumah sakit. Penyakit kanker tenggorokan yang diderita beliau telah menggerogoti tubuh pak Wisjnu dengan sangat parah, sehingga tubuh beliau menyerah dan akhirnya melepas nyawa.

Saya merasa sangat kehilangan dengan kepergian pak Wisjnu. Dari semua dosen dan guru yang pernah mengajari diri saya, pak Wisjnu merupakan dosen dan guru yang paling berkesan. Orangnya selalu riang, blak-blakan, dan apa adanya. Pembawaannya yang ceplas-ceplos dan doyan guyon selalu membuat suasana bimbingan skripsi menjadi tidak ‘boring‘. Biasanya saya paling malas kalau bertemu dengan dosen untuk asistensi/bimbingan makalah. Namun kalau bimbingan dengan pak Wisjnu, walau tidak ada yang mau ditanya, saya mengusahakan untuk datang.

Selama kuliah saya di Teknik Sipil Unpar, pak Wisjnu adalah satu-satunya dosen yang tidak memberikan kuliah kepada saya. Saya kenal pak Wisjnu saat mencari dosen pembimbing skripsi, dan teman saya Memed mengenalkan saya agar bisa ikutan bimbingan skripsi dengan materik Geoteknik dengannya.

Bimbingan skripsi dengan pak Wisjnu harus siap lahir batin. Siap lahir artinya badan harus punya stamina prima, karena biasanya materi bimbingannya adalah kerjaan proyek Geoteknik di lapangan. Selain itu, setiap bimbingan waktunya adalah dari matahari terbenam sampai matahari terbit. Maklum, setiap bimbingan mahasiswa yang datang jumlahnya cukup banyak dan antri satu-persatu untuk dibimbing. Dan pak Wisjnu ini orangnya punya ‘insomnia’ alias gak bisa tidur malem. Dan kayaknya mahasiswa disuruh datang malam-malam agar nemenin dia ngobrol melewati malam-malam dingin di Bandung. Siap batin artinya kadang-kadang harus nelen dongkol karena tiba-tiba ketikan skripsi dicorat-coret karena tema atau topik skripsinya diubah sama pak Wisjnu tanpa koordinasi dulu, lantaran si Bapak’e tiba-tiba ada ide yang menurut dia layak untuk dijadiin bahan skripsi, padahal ketikannya sudah di-approve minggu lalu.

Suka-duka dibimbing sama pak Wisjnu merupakan cerita panjang yang gak habis-habisnya diobrolkan lagi kalau saya ketemu dengan teman-teman alumni bimbingan pak Wisjnu.

Selamat jalan Pak Wisjnu, semoga Alloh SWT menerima arwah dan amal ibadah beliau. We’ll be missing you so much.

h1

Content Management System (CMS)

Desember 17, 2007

Kemarin teman saya yang mantan jurnalis PCplus, Sila, mampir ke rumah. Kebetulan kami ada kerjaan menulis buku Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) untuk SMA kelas 1. Kami juga tertarik dengan content management system (CMS) untuk mengembangkan bisnis via Web. Dari hasil nyedot beberapa CMS berbasis PHP dari Internet, kami kemarin mencoba ‘Joomla’ untuk website content management dan ‘moregroupware’ untuk collaboration/groupware management. Platformnya menggunakan Windows yang diisi dengan Apache, MySQL, dan PHP via XAMPP versi 1.6.2. Instalasi XAMPP berjalan mulus tanpa hambatan, lanjut dengan mencoba instalasi paket CMS. Awalnya instalasi paket CMS tersendat-sendat karena main hantam kromo saja, gak membaca dokumentasinya. Alhasil, gagal maning.. gagal maning.

Setelah baca-baca lagi dokumentasinya, ternyata database dan user databasenya harus dibuat dulu, baru paket CMS-nya bisa diinstalasi. Hehehe.. jadi inget waktu kerja di PT Trustix, selalu diingatkan sama senior engineer, RTFM (read the f*$king manual).
Seperti kata Jedi master Obi Wan Kenobi, “don’t under estimate the power of the Documentation :P.

Untuk CMS groupware, kebetulan di kantor saya sudah pakai paket ‘egroupware’. CMS ‘egroupware’ ini cukup membantu, karena ada fitur kalender, project management, trouble ticket, dan lain-lain. Cuman belum sempat tergali lebih dalam, keburu sibuk kerjaan lain. Mungkin ada yang pernah pakai groupware lain yang lebih baik dari ‘egroupware’? Kalau ada, mungkin bisa sharing di sini.

Untuk mencoba paket CMS tanpa perlu diinstal di komputer, bisa dilihat di URL berikut: http://www.opensourcecms.com. Di situs ini ada banyak paket CMS open source, yang mungkin sesuai dengan kebutuhan. Selain menyediakan review, baik dari editor maupun dari publik, disediakan juga halaman demo untuk preview dari tiap-tiap paket CMS. Sangat berguna sekali untuk memilih paket CMS yang sesuai kebutuhan.

Proyek berikut ini setelah coba-coba instalasi paket CMS populer adalah membuat Web store kantor dan pribadi :D. Rencananya mau buat Web store PALU GADA (apa lu mau, gua ada)… heheheh, just kidding.

h1

Mie Baso dan Yamien

Desember 13, 2007

Tinggal di Jakarta ada enak gak enaknya (dan lebih banyak gak enaknya). Salah satu yang gak enak di Jakarta selain macet dan banjir adalah cari jajanan mie baso. Sebagai mantan ABCDE (Anak Bandung Cinta Damai Euy) yang sudah ngerasain berbagai macam jajanan di Bandung, hampir sebagian besar jajanan di Jakarta gak ada yang enak. Terutama jajanan yang berbau mie. Orang Jakarta bilang Bakmi GM atau Bakmi Gang Kelinci itu enak sekali.. Cih.. pasti pada belon pernah makan Mie Baso Linggardjati di Alun-alun Bandung.

Mie Baso Linggardjati ada di Jl. Balong Gede. Lokasinya persis di samping Bioskop Dian yang udah terbengkalai. Letaknya yang agak di belakang memang agak susah dicari kalau baru pertama kali ke Alun-alun Bandung. Cara gampang tinggal tukang becak atau tukang parkir di sekitar Alun-alun Bandung, pasti pada hapal. Pertama kali makan di sana waktu masih SD, diajak sama ortu. Ternyata ortu saya waktu pacaran kalau habis nonton film di bioskop Alun-alun juga sering mampir makan malam di sana. Padahal suasananya warung banget, jauh dari kesan romantik.

Menunya standar saja, ada mie baso, mie pangsit rebus, mie babat (di Jakarta mah gak ada), siomay, baso tahu, dll. Menu spesial buat saya adalah yamien, yaitu mie tanpa kuah dengan bumbu kecap. Kuah dan baso disajikan terpisah, rasanya manis dan gurih. Pokoke sedap kalo pas hujan-hujan disantapnya. Ada juga menu es Shanghai (isinya ya.. es campur) dan jus alpukat pakai saus karamel yang patut dicoba. Harganya cukup mahal untuk ukuran mahasiswa, tapi masih cukup murah dibanding makan junk food di KFC atau McDonald. Seporsi mie baso sekarang sekitar Rp 18.000,-.

Sekarang tiap pulang setor muka ke ortu di Bandung, saya dan istri selalu mampir ke Mie Baso Linggardjati. Mienya yang kenyal dan basonya yang terasa banget dagingnya selalu bikin penasaran untuk balik lagi, dan balik lagi.

h1

Hello world!

Desember 13, 2007

yak.. itu kata pertama saya untuk nge-blog di wordpress. kadang-kadang heran juga, kenapa musti “Hello world!”? kalo liat buku-buku programming, web design (jaman dulu) juga begitu.. untuk bikin program/web page baru selalu pakai kata “Hello world!”. kenapa gak “Oi cink!” atau “Halaw dunya!”? mungkin karena yang bikin orang Amrik/Inggris sono makanya kata pertamanya adalah “Hello world!”. ngalor ngidul pertama cukup dulu. nanti disambung lagih.