h1

Sate ‘Lalat’ Maranggi Cikampek

Februari 26, 2008

Hari ini ada komen masuk ke blog saya.. Asyik, akhirnya ada juga yang baca blog saya euy!  Hehehe, norak yah..

Kali ini mau bahas satu lagi makanan khas Jawa Barat, yaitu sate maranggi. Dulu kala jalan tol Cikampek - Bandung belum selesai, kalau mau mudik ke Bandung pasti keluar di gerbang tol Cikampek, lalu lanjut lewat Sadang, Purwakarta, Cikalong Wetan, Padalarang, lalu lanjut ke tol Padalarang - Cileunyi. Nah, kalau mudiknya agak siangan, makan siangnya pasti mampir ke sate maranggi di hutan jati Cikampek.

Ada satu kedai sate maranggi yang terkenal, kalau dari arah gerbang tol Cikampek ke arah Sadang letaknya sebelah kiri, kira-kira 3 - 4 km dari gerbang tol. Satenya sih biasa-biasa saja, namun yang nendang adalah sambel cabe rawit tomatnya (sambel cengek mun urang Sunda mah).  Kalau sudah ditambah kecap, sedapnya … HUHAHH! Bisa nambah nasi sampai 3 kali, heheheh.. dasar gembul (^_^). Kalau sudah keringatan abis makan, paling sedap adalah menyeruput es kelapa muda yang juga ditawarkan di sono.

Sate maranggi adalah sate dengan daging yang sudah dikukus duluan, jadi dibakar untuk memberi aroma panggangnya saja. Bisa pakai daging kambing atau daging sapi. Lalu kenapa disebut sate ‘lalat’ maranggi? Ini lantaran kedainya  penuh dengan lalat. So, buat Anda yang berperut sensitif, jangan coba-coba makan di sana kalau gak pengen diare. Tapi buat Anda yang berperut tebal dan penuh dengan cacing-cacing usus, mungkin bisa merasakan nikmatnya sate maranggi dengan sambel cengek dan es kelapa mudanya.

h1

Kopi Aroma Bandung

Januari 24, 2008

Hari ini rasanya ngantuk banget di kantor. Bukan kurang tidur, tapi karena 2 hari ini setress nyiapin bahan dan ikut klarifikasi untuk tender di salah satu operator komunikasi data. Ngantuknya gak kepalang banget, apalagi tadi perut sudah diisi sama nasi padang nan berlemak, onde mande sleepy-nya. Kalau sudah ngantuk gini, biasanya pengen banget nyeruput kopi hitam hangat dengan gorengan.

Di Jakarta, banyak kafe yang menawarkan kopi dengan berbagai racikan. Tapi menurut saya, kopi yang terbaik yang pernah saya cicipi adalah kopi buatan “Fabriek Koffie Aroma” made in Bandung. Pabrik kopi dengan merk “Aroma” ini sudah ada sejak tahun 1930-an, dan menurut yang punya, ia adalah generasi ke-3 dari pemilik pabrik tersebut.

Ada banyak macam kopi berdasarkan daerah asalnya. Mau kopi Lampung, Toraja, Gayo, Timor, dan lain-lain. Tapi kalau sudah dipanggang, biasanya cuman dibagi atas 2 kategori umum, kopi arabika dan kopi robusta. Saya paling suka kopi arabika, karena aromanya paling harum dibanding kopi robusta, cuman kompensasinya perut harus kuat, karena kopi arabika lebih asam dibading kopi robusta. Kalau kopi robusta, kata si engkoh yang punya pabrik, paling cocok buat kopi tubruk (gak pake gula). Hebatnya, biji kopi yang baru dipanen tidak langsung dipanggang untuk dijadikan bubuk kopi, tapi diperam dulu selama 2 tahun untuk mengurangi kelembaban dan mempertahankan aroma dan cita rasa aslinya. Dan panggangannya menggunakan kayu bakar, sehingga aroma kopi yang sudah dipanggang terasa sekali. Kalau sudah diracik sesuai keinginan sendiri, Starbucks dan Coffee Bean mah lewat.

Kalau tertarik, silakan susuri jalan Banceuy di Bandung. Cari bangunan tua di pertigaan di tengah jalan Banceuy, atau tanya pada orang sekitar, “Fabriek Koffie Aroma” gampang ditemukan. Bisa pesan kiloan atau kalau mau coba bisa pesan dengan ukuran sesuai budget duit di kantong. Koffiee Aroma? Lekker zegh…

h1

2008: Gloomy or Shiny?

Desember 27, 2007

Hari ini masuk kerja “full day” lagi, setelah kemarin kerja “1/2 hari”. Rencananya mau bikin activity plan tahun 2008, termasuk bikin sales target dan pengembangan bisnis dari bisnis inti yang ada sekarang.

Maunya sih bikin target yang lumayan untuk tahun depan (biar bonus juga naik :P), tapi kalau lihat berita-berita ekonomi dan lainnya di koran dan TV, kok tahun depan kayaknya makin berat yah. Harga minyak yang terus nangkring di level atas US$ 80 dan gak turun-turun, bencana makin banyak, harga-harga makin naik, dsb, dsb.

Walau bisnis inti perusahaan tempat kerja saya adalah di dunia IT dan telekomunikasi, mau gak mau kondisi makroekonomi yang buruk pasti akan berpengaruh ke target bisnis.  Gimana pelanggan mau pada investasi di IT dan telekomunikasi kalau buat operasional sehari-hari sudah ngos-ngosan. Kelihatannya 2008 kok agak gloomy yah? Atau saya saja yang terlalu pesimis dan belum bisa melihat peluang di balik semua itu?

Tapi yang pasti kondisi yang berat ya harus dijawab dengan kerja yang lebih smart dan lebih keras lagi. Optimisme perlu dijaga, tapi jangan over biar tetap ada batasan yang jelas dan rencana kerja gak terlalu mengawang-awang.

So what do you think about 2008? Is it going to be a gloomy year or shiny one?

h1

Selamat Jalan Bapak Wisjnu Yoga Brotodihardjo

Desember 19, 2007

Tadi malam (18/Des/07) dapat SMS dari Susi, teman kuliah dulu, mengabarkan kalau dosen pembimbing skripsi S-1 saya, Pak Wisjnu Yoga Brotodihardjo, telah meninggal dunia. Beliau meninggal saat dalam perjalanan dari rumahnya menuju rumah sakit. Penyakit kanker tenggorokan yang diderita beliau telah menggerogoti tubuh pak Wisjnu dengan sangat parah, sehingga tubuh beliau menyerah dan akhirnya melepas nyawa.

Saya merasa sangat kehilangan dengan kepergian pak Wisjnu. Dari semua dosen dan guru yang pernah mengajari diri saya, pak Wisjnu merupakan dosen dan guru yang paling berkesan. Orangnya selalu riang, blak-blakan, dan apa adanya. Pembawaannya yang ceplas-ceplos dan doyan guyon selalu membuat suasana bimbingan skripsi menjadi tidak ‘boring‘. Biasanya saya paling malas kalau bertemu dengan dosen untuk asistensi/bimbingan makalah. Namun kalau bimbingan dengan pak Wisjnu, walau tidak ada yang mau ditanya, saya mengusahakan untuk datang.

Selama kuliah saya di Teknik Sipil Unpar, pak Wisjnu adalah satu-satunya dosen yang tidak memberikan kuliah kepada saya. Saya kenal pak Wisjnu saat mencari dosen pembimbing skripsi, dan teman saya Memed mengenalkan saya agar bisa ikutan bimbingan skripsi dengan materik Geoteknik dengannya.

Bimbingan skripsi dengan pak Wisjnu harus siap lahir batin. Siap lahir artinya badan harus punya stamina prima, karena biasanya materi bimbingannya adalah kerjaan proyek Geoteknik di lapangan. Selain itu, setiap bimbingan waktunya adalah dari matahari terbenam sampai matahari terbit. Maklum, setiap bimbingan mahasiswa yang datang jumlahnya cukup banyak dan antri satu-persatu untuk dibimbing. Dan pak Wisjnu ini orangnya punya ‘insomnia’ alias gak bisa tidur malem. Dan kayaknya mahasiswa disuruh datang malam-malam agar nemenin dia ngobrol melewati malam-malam dingin di Bandung. Siap batin artinya kadang-kadang harus nelen dongkol karena tiba-tiba ketikan skripsi dicorat-coret karena tema atau topik skripsinya diubah sama pak Wisjnu tanpa koordinasi dulu, lantaran si Bapak’e tiba-tiba ada ide yang menurut dia layak untuk dijadiin bahan skripsi, padahal ketikannya sudah di-approve minggu lalu.

Suka-duka dibimbing sama pak Wisjnu merupakan cerita panjang yang gak habis-habisnya diobrolkan lagi kalau saya ketemu dengan teman-teman alumni bimbingan pak Wisjnu.

Selamat jalan Pak Wisjnu, semoga Alloh SWT menerima arwah dan amal ibadah beliau. We’ll be missing you so much.

h1

Content Management System (CMS)

Desember 17, 2007

Kemarin teman saya yang mantan jurnalis PCplus, Sila, mampir ke rumah. Kebetulan kami ada kerjaan menulis buku Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) untuk SMA kelas 1. Kami juga tertarik dengan content management system (CMS) untuk mengembangkan bisnis via Web. Dari hasil nyedot beberapa CMS berbasis PHP dari Internet, kami kemarin mencoba ‘Joomla’ untuk website content management dan ‘moregroupware’ untuk collaboration/groupware management. Platformnya menggunakan Windows yang diisi dengan Apache, MySQL, dan PHP via XAMPP versi 1.6.2. Instalasi XAMPP berjalan mulus tanpa hambatan, lanjut dengan mencoba instalasi paket CMS. Awalnya instalasi paket CMS tersendat-sendat karena main hantam kromo saja, gak membaca dokumentasinya. Alhasil, gagal maning.. gagal maning.

Setelah baca-baca lagi dokumentasinya, ternyata database dan user databasenya harus dibuat dulu, baru paket CMS-nya bisa diinstalasi. Hehehe.. jadi inget waktu kerja di PT Trustix, selalu diingatkan sama senior engineer, RTFM (read the f*$king manual).
Seperti kata Jedi master Obi Wan Kenobi, “don’t under estimate the power of the Documentation :P.

Untuk CMS groupware, kebetulan di kantor saya sudah pakai paket ‘egroupware’. CMS ‘egroupware’ ini cukup membantu, karena ada fitur kalender, project management, trouble ticket, dan lain-lain. Cuman belum sempat tergali lebih dalam, keburu sibuk kerjaan lain. Mungkin ada yang pernah pakai groupware lain yang lebih baik dari ‘egroupware’? Kalau ada, mungkin bisa sharing di sini.

Untuk mencoba paket CMS tanpa perlu diinstal di komputer, bisa dilihat di URL berikut: http://www.opensourcecms.com. Di situs ini ada banyak paket CMS open source, yang mungkin sesuai dengan kebutuhan. Selain menyediakan review, baik dari editor maupun dari publik, disediakan juga halaman demo untuk preview dari tiap-tiap paket CMS. Sangat berguna sekali untuk memilih paket CMS yang sesuai kebutuhan.

Proyek berikut ini setelah coba-coba instalasi paket CMS populer adalah membuat Web store kantor dan pribadi :D. Rencananya mau buat Web store PALU GADA (apa lu mau, gua ada)… heheheh, just kidding.

h1

Mie Baso dan Yamien

Desember 13, 2007

Tinggal di Jakarta ada enak gak enaknya (dan lebih banyak gak enaknya). Salah satu yang gak enak di Jakarta selain macet dan banjir adalah cari jajanan mie baso. Sebagai mantan ABCDE (Anak Bandung Cinta Damai Euy) yang sudah ngerasain berbagai macam jajanan di Bandung, hampir sebagian besar jajanan di Jakarta gak ada yang enak. Terutama jajanan yang berbau mie. Orang Jakarta bilang Bakmi GM atau Bakmi Gang Kelinci itu enak sekali.. Cih.. pasti pada belon pernah makan Mie Baso Linggardjati di Alun-alun Bandung.

Mie Baso Linggardjati ada di Jl. Balong Gede. Lokasinya persis di samping Bioskop Dian yang udah terbengkalai. Letaknya yang agak di belakang memang agak susah dicari kalau baru pertama kali ke Alun-alun Bandung. Cara gampang tinggal tukang becak atau tukang parkir di sekitar Alun-alun Bandung, pasti pada hapal. Pertama kali makan di sana waktu masih SD, diajak sama ortu. Ternyata ortu saya waktu pacaran kalau habis nonton film di bioskop Alun-alun juga sering mampir makan malam di sana. Padahal suasananya warung banget, jauh dari kesan romantik.

Menunya standar saja, ada mie baso, mie pangsit rebus, mie babat (di Jakarta mah gak ada), siomay, baso tahu, dll. Menu spesial buat saya adalah yamien, yaitu mie tanpa kuah dengan bumbu kecap. Kuah dan baso disajikan terpisah, rasanya manis dan gurih. Pokoke sedap kalo pas hujan-hujan disantapnya. Ada juga menu es Shanghai (isinya ya.. es campur) dan jus alpukat pakai saus karamel yang patut dicoba. Harganya cukup mahal untuk ukuran mahasiswa, tapi masih cukup murah dibanding makan junk food di KFC atau McDonald. Seporsi mie baso sekarang sekitar Rp 18.000,-.

Sekarang tiap pulang setor muka ke ortu di Bandung, saya dan istri selalu mampir ke Mie Baso Linggardjati. Mienya yang kenyal dan basonya yang terasa banget dagingnya selalu bikin penasaran untuk balik lagi, dan balik lagi.

h1

Hello world!

Desember 13, 2007

yak.. itu kata pertama saya untuk nge-blog di wordpress. kadang-kadang heran juga, kenapa musti “Hello world!”? kalo liat buku-buku programming, web design (jaman dulu) juga begitu.. untuk bikin program/web page baru selalu pakai kata “Hello world!”. kenapa gak “Oi cink!” atau “Halaw dunya!”? mungkin karena yang bikin orang Amrik/Inggris sono makanya kata pertamanya adalah “Hello world!”. ngalor ngidul pertama cukup dulu. nanti disambung lagih.